5 Perintah SCP Untuk Transfer File/Folder di Linux

Seorang Administrator Linux harus akrab dengan lingkungan CLI. Sejak mode GUI pada server Linux tidak diinstal. SSH merupakan protokol yang paling populer untuk memungkinkan Seorang administrator Linux untuk mengelola server melalui remote dengan cara yang aman. Disamping menggunakan perintah SSH ada juga perintah SCP. Perintah SCP digunakan untuk menyalin satu atau banyak file antara server dengan cara yang aman.

Perintah di bawah ini bisa dibaca sebagai “copy source_file_name” menjadi “destination_folder” pada “destination_host” menggunakan “username account”.

Sintaks dasar SCP

Ada banyak parameter dalam perintah SCP yang dapat Anda gunakan. Berikut adalah parameter yang mungkin berguna pada penggunaan setiap hari.

Memberikan detail informasi dari proses SCP menggunakan parameter “-v”

Dasar perintah SCP tanpa parameter akan menyalin file di belakang. Pengguna akan melihat proses kecuali proses yang dilakukan atau ketika error muncul. Anda dapat menggunakan parameter “-v” untuk mencetak informasi debug ke layar monitor anda. Ini dapat membantu Anda dalam membuat debugging koneksi, otentikasi dan pengecekan konfigurasi.

Contoh hasil eksekusi:

Menampilkan waktu modifikasi, waktu akses, dan mode dari file asli

Parameter “p” dapat membantu Anda dalam Menyediakan waktu modifikasi, waktu akses, dan mode dari file asli. Perkiraan waktu dan kecepatan koneksi akan muncul di layar Anda.

Tutorial lainya   Upload File / Folder secara aman dengan "scp" di terminal

Contoh hasil eksekusi:

Membuat transfer file lebih cepat menggunakan parameter “-C”

Salah satu parameter yang dapat transfer file Anda membuat lebih cepat yaitu menggunakan parameter “-C”. Parameter “-C” akan mengkompres file Anda di mana saja. Hal yang unik adalah kompresi hanya akan terjadi di dalam jaringan. Ketika file tersebut tiba ke server tujuan, maka akan kembali ke ukuran aslinya seperti pada proses sebelumnya ketika kompresi terjadi.

Contoh hasil eksekusi:

Seperti yang Anda lihat, ketika Anda menggunakan kompresi, proses transfer dilakukan dalam 162,5 detik. Ini adalah 10 kali lebih cepat daripada tidak menggunakan “-C” parameter. Jika Anda menyalin banyak file melalui jaringan, parameter “-C” akan membantu Anda untuk mengurangi total waktu yang Anda butuhkan.

Tutorial lainya   Upload File / Folder secara aman dengan "scp" di terminal

Hal yang harus kita perhatikan bahwa metode kompresi tidak akan bekerja pada setiap file. Ketika file asal sudah dikompresi, Anda tidak akan menemukan perbaikan apapun di sana. File seperti .zip, .rar, gambar, dan iso tidak akan terpengaruh oleh parameter “-C”.

Copy file di dalam direktori secara rekursif

Terkadang kita perlu menyalin direktori dan semua file di dalam folder. Ini akan menjadi lebih baik jika kita bisa melakukannya di satu perintah saja. Perintah SCP mendukung skenario tersebut menggunakan parameter “r”.

Ketika proses copy selesai pada server tujuan, Anda akan menemukan sebuah direktori bernama “folder_target” dengan semua file yang berada didalamnya. Folder “folder_target” secara otomatis dibuat.

Tutorial lainya   Upload File / Folder secara aman dengan "scp" di terminal

Copy file menggunakan SCP melalui Proxy

Server proxy biasanya digunakan di lingkungan kantor. Pada Dasarnya, SCP tidak memiliki proxy yang dikonfigurasi. Ketika lingkungan Anda menggunakan proxy, Anda harus “memberitahu” SCP untuk berkomunikasi dengan proxy.

Berikut skenarionya. Misalkan alamat proxy 100.0.47.5 dan port proxy 3030. Proxy juga menerapkan otentikasi pengguna. Pertama, Anda perlu membuat File “~/.ssh config/”. Kedua tempatkan perintah ini di dalamnya.

Kemudian Anda perlu membuat file “~/.ssh/proxyauth” yang berisi:

Setelah itu Anda dapat melakukan SCP transparan seperti biasa.

Harap perhatikan, kemungkinan alat(tool) corkscrew mungkin belum diinstal pada sistem Anda. Pada Linux yang saya gunakan saat ini belum terinstall alat(tool) tersebut, maka dari itu saya perlu menginstal terlebih dahulu, menggunakan prosedur instalasi Linux standar.

Untuk sistem yang lain bisa menggunakan “yum”, pengguna dapat menginstal corkscrew menggunakan perintah “yum” seperti berikut.

Hal yang lain sejak “~/.ssh/proxyauth” berisi dengan “username” dan “sandi” dalam format clear-text, pastikan bahwa file tersebut hanya dapat diakses oleh Anda saja.

Penutup

Demikian informasi yang saya sampaikan mengenai “5 Perintah SCP Untuk Transfer File/Folder di Linux” semoga bisa bermanfaat.

Silahkan berkomentar dengan sopan, dan jangan lupa untuk memberikan saran anda.

Penulis Tutorial

Penulis Tutorial

Kata terindah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *